diposkan pada : 26-04-2018 12:41:09 Inovasi Classic Car Interior Hadir di IIMS 2018 Perhelatan akbar dalam bidang otomotif tengah digelar di JIExpo, Kemayoran dari tanggal 19-29 April 2018. Ajang bergengsi bernama Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 dihadiri oleh banyak pelaku di industri otomotif Tanah Air. Salah satu pelaku yang juga ikut meramaikan ajang ini adalah Classic Car Interior yang bergerak di industri interior mobil. Berpengalaman selama belasan tahun di bidangnya, Classic telah banyak melahirkan karya interior terutama jok mobil yang cukup beragam dan istimewa. Hardianto, CEO dari Classic Car Interior menjelaskan, pihaknya telah banyak melakukan modifikasi dan perombakan pada interior mobil, sehingga mobil tampil lebih newah dan menawan. Salah satunya, misalnya, perombakan interior pada mobil jenis limousine yang disulapnya lengkap dengan lemari pendingin. Juga megaproyek perombakan interior untuk mobil BMW serie 6, dan sejumlah supercar lainnya. Dengan track record apik tersebut, saat ini Classic Car Interior turut serta di IIMS dengan memamerkan sejumlah karyanya. “Alhamdulilah, tahun ini Classic bisa berperan di IIMS 2018. Sejumlah karya inovatif kami hadirkan di event ini sampai 29 April 2018,” katanya. Sebagai excellent service terhadap konsumennya, Hardi selalu mengedepankan kenyamanan, kemewahan, dan keamanan pada setiap desain interior yang digarapnya. Sebab, tiga hal tersebut merupakan hal terpenting dalam berkendara. Untuk itulah ia menjamin akan memberikan hasil maksimal bagi setiap proyek modifikasi yang dikerjakannya. Classic juga tercatat secara resmi sebagai member dari Indonesia Authorized Trimmer Summit (IATS), sebuah asosiasi resmi para pelaku di industri interior mobil khususnya jok yang bersertifikat standar internasional. “Melalui ajang seperti IIMS ini, semoga semakin banyak masyarakat yang terinspirasi dengan desain-desain jok yang mewah dan futuristik yang kami buat. Untuk setiap proyek modifikasi, kami selalu menggunakan bahan baku berkualitas yang diimpor dari berbagai negara di dunia,” pungkas Hardi.
Artikel lainnya »